ONII CHANN >\\\< jangan lupa sholat nee

welcome

Senin, 10 Oktober 2022

Kreator konten itu apa sih?

 

Menjadi kreator konten di era digital

Penulis: lathifah edib

Editor: dalibhunga

Tata sampul: quella

Tata isi: vitrya

Pracetak: antini, dwi, wardi

Penerbit: DIVA Press (Anggota IKAPI)

 

Pengantar penulis

          Era digital, sebuah masa yang tak bisa lepas dengan dunia internet. Berbagai aktivitas dilakukan secara digital atau online. Era digital membuat orang orang melek internet, melek teknologi, melek informasi terbaru. Contohnya dunia marketing. Sekarang banyak usaha yang sudah merambah ke marketing online. Tak sedikit toko yang Cuma berjualan lewat online.

          Tak hanya dibidang bisnis, setiap orang pun jadi giat mem-branding dirinya sendiri dengan berbagai konten menarik. Para pembuat konten atau creator konten mulai muncul di berbagai media sosial, channel, dan blog. Lalu, muncullah istilah blogger, selebgram, influencer, youtuber, vlogger, copywriter, dan profesi lainnya yang berhubungan dengan konten.

Siapa creator konten?

          Creator konten dalam Bahasa inggris disebut content creator. Konten merupakan segala informasi yang terdapat dimedia internet atau media online. kreator adalah orang yang berkreasi. Jadi, creator konten adalah orang yang membuat segala jenis infornasi di media internet atau media online.

          Siapapun bisa menjadi creator konten. Syaratnya yang penting punya akun media sosial, channel, serta blog atau website, baik instragam, Facebook, Youtube, Twitter, Tiktok. Whatsapp, Blog, dan sebagainya. kreator konten bukan berarti selebgram atau orang terkenal. Siapapun bisa membuat konten menarik.

          Pada masa sekarang, profesi kreator konten sangat diperlukan, terutama dalam hal branding dan marketing digital. Pelaku bisnis online berpikir secara kreatif dalam membuat konten-konten menarik untuk menarik pembeli.

Tak jarang, banyak pelaku bisnis ataupun individu yang mempekerjakan seorang kreator konten. Mengapa harus mempekerjakan kreator konten? Untuk brand maupun orang tertentu, perlu kreator konten khusus agar tertangani lebih baik. Nah, buat kamu, perlu mempelajari cara menjadi kreator konten dengan mudah seperti penjelasan dalam buku ini.

Mengenal berbagai media sosial

Zaman sekarang semakin banyak media sosial dengan tipe yang berbeda. Facebook dengan statusnya . Instagram dengan foto dan captionnya.  Twitter dengan tweet yang pendek. Youtube dengan videonya.

Bagaimana memilih media sosial yang sesuai dengan konten target? Memilih media sosial yang tepat itu penting sekali. Terutama untuk menentukan style konten. Kita pelajari dulu tipe setiap media sosial.

 

1.    Facebook

Facebook termasuk media sosial “tertua”. Oleh sebab itu , banyak pemain lama yang masih merasa nyaman update status di facebook. Awalnya, Facebook hanya mengandalkan status kata-kata. Facebook juga dilengkapi fitur video dan story.

Dulu konten Facebook juga tidak terlalu mengandalkan foto. Sekarang kamu bisa menggabungkan ketiganya: status serta foto atau video. Facebook tidak mengandalkan feed profil yang cakep selayaknya Instagram. Kebanyakan target konten Facebook adalah orang lama. Jika target konten usia 30 tahun ke atas/orang tua, Facebook bisa dijadikan media sosial personal branding.

Kelebihan Facebook dibandingkan media sosial lain

adalah grup. Banyak grup di Facebook dengan berbagai kepentingan seperti grup komunitas, grup bisnis (jualan), grup alumni sekolah, dan sebagainya. Bagi yang ingin mengembangkan usaha bisnis, Facebook wajib diandalkan sebagai media marketing.

2.    Instagram

Instagram termasuk media sosial yang mengandalkan kerapian feed profil. Foto yang menarik dengan standar fotografi menjadi andalan Instagram. Kecanggihan smartphone saat ini sangat membantu membuat foto menarik seperti foto kamera digital. Fitur kamera sudah lengkap dan menghasilkan foto bagus. Banyak aplikasi editing foto yang gampang digunakan oleh siapa pun. Tak hanya foto, membuat dan editing video juga bisa dilakukan hanya dengan sebuah smartphone

 Peminat Instagram adalah lintas generasi. Keba-nyakan peminat Instagram lebih melihat kualitas konten foto, video, dan caption. Perpaduan caption dan foto/video harus diperhatikan agar menghasilkan konten yang berkualitas.

3.    Twitter

Perbedaan Twitter dengan Facebook dan Instagram adalah jumlah karakter. Jumlah karakter tweet pada Twitter terbatas atau singkat. Di Twitter bisa mengetweet foto dan video, tapi jarang dijadikan sebagai media kon ten. Fitur Twitter yang diminati sekarang adalah thread. Pemilik akun bisa membuat thread tweet atau tweet bersambung dengan satu topik bahasan.

Twitter versi terbaru dilengkapi story seperti di Instagram dan Facebook. Istilah story di Twitter disebut fleet. Kelebihan Twitter adalah apa yang kamu tweet bisa viral jika banyak jumlah retweet dan like. Kamu bisa menggunakan hashtag atau kata kunci sehingga menjadi trending topic. Semakin banyak tweet yang menggunakan satu hashtag dan kata kunci, semakin berpeluang menjadi trending topic.

4.    Youtube

Youtube mengandalkan video/vlog. Kamu bisa memiliki akun atau channel di Youtube. Kelebihan video di youtube adalah kamu bisa mengupload video maksimal 12 jam. Namun, ada jumlah durasi ideal untuk memaksimalkan video atau vlogmu. Usahakan durasi videomu hanya sekitar 5-20 menit. Hal ini agar penonton vlogmu tidak bosan menonton sampai akhir video. Terutama bagi pemula, buatlah video yang tidak terlalu panjang durasinya.

5.    Whatsapp

Media sosial terbaru yang sering digunakan adalah WhatsApp. Awalnya, WhatsApp hanya sebagai tempat chat layaknya SMS-an. Sekarang WhatsApp sudah di lengkapi fitur status. Fitur status inilah yang dijadikan sebagai media bisnis atau promo produk. Lebih-lebih lagi sekarang WhatsApp berkoneksi dengan media sosial lain, yaitu Facebook, untuk kemudahan transaksi maupun komunikasi. Semakin banyak kontak nomor ponsel yang tersimpan di kontak WhatsApp-mu, semakin banyak yang melihat statusmu.

6.    Tiktok

Media sosial yang lagi ramai sekarang adalah TikTok. Awalnya, TikTok hanya digunakan sebagai tempat bersenang-senang. TikTok mengandalkan video yang dipadukan dengan musik dan gerakan. Namun, sekarang TikTok juga seperti media sosial lainnya yang bisa dijadikan sebagai media personal branding. Kamu harus selalu update yang lagi viral di dunia pertiktokan agar bisa mendapat like dan view tinggi. Tentu saja, kamu juga harus kreatif dan berani berekspresi.

 

         

 

Kreator konten itu apa sih?

  Menjadi kreator konten di era digital Penulis: lathifah edib Editor: dalibhunga Tata sampul: quella Tata isi: vitrya Pracetak: a...