Menjadi kreator konten di era digital
Penulis: lathifah
edib
Editor: dalibhunga
Tata sampul:
quella
Tata isi:
vitrya
Pracetak:
antini, dwi, wardi
Penerbit:
DIVA Press (Anggota IKAPI)
Pengantar penulis
Era digital, sebuah masa yang tak bisa
lepas dengan dunia internet. Berbagai aktivitas dilakukan secara digital atau
online. Era digital membuat orang orang melek internet, melek teknologi, melek
informasi terbaru. Contohnya dunia marketing. Sekarang banyak usaha yang sudah
merambah ke marketing online. Tak sedikit toko yang Cuma berjualan lewat
online.
Tak hanya dibidang bisnis, setiap
orang pun jadi giat mem-branding dirinya sendiri dengan berbagai konten
menarik. Para pembuat konten atau creator konten mulai muncul di berbagai media
sosial, channel, dan blog. Lalu, muncullah istilah blogger, selebgram,
influencer, youtuber, vlogger, copywriter, dan profesi lainnya yang berhubungan
dengan konten.
Siapa creator konten?
Creator konten dalam Bahasa inggris disebut
content creator. Konten merupakan segala informasi yang terdapat dimedia
internet atau media online. kreator adalah orang yang berkreasi. Jadi, creator konten
adalah orang yang membuat segala jenis infornasi di media internet atau media
online.
Siapapun bisa menjadi creator konten. Syaratnya
yang penting punya akun media sosial, channel, serta blog atau website, baik
instragam, Facebook, Youtube, Twitter, Tiktok. Whatsapp, Blog, dan sebagainya. kreator
konten bukan berarti selebgram atau orang terkenal. Siapapun bisa membuat
konten menarik.
Pada masa sekarang, profesi kreator
konten sangat diperlukan, terutama dalam hal branding dan marketing digital.
Pelaku bisnis online berpikir secara kreatif dalam membuat konten-konten
menarik untuk menarik pembeli.
Tak jarang, banyak pelaku bisnis ataupun individu yang
mempekerjakan seorang kreator konten. Mengapa harus mempekerjakan kreator
konten? Untuk brand maupun orang tertentu, perlu kreator konten khusus agar
tertangani lebih baik. Nah, buat kamu, perlu mempelajari cara menjadi kreator
konten dengan mudah seperti penjelasan dalam buku ini.
Mengenal berbagai media sosial
Zaman sekarang semakin banyak media sosial dengan tipe yang
berbeda. Facebook dengan statusnya . Instagram dengan foto dan captionnya. Twitter dengan tweet yang pendek. Youtube dengan
videonya.
Bagaimana memilih media sosial yang sesuai dengan konten
target? Memilih media sosial yang tepat itu penting sekali. Terutama untuk
menentukan style konten. Kita pelajari dulu tipe setiap media sosial.
1. Facebook
Facebook termasuk media sosial “tertua”.
Oleh sebab itu , banyak pemain lama yang masih merasa nyaman update status di
facebook. Awalnya, Facebook hanya mengandalkan status kata-kata. Facebook juga
dilengkapi fitur video dan story.
Dulu konten Facebook juga tidak
terlalu mengandalkan foto. Sekarang kamu bisa menggabungkan ketiganya: status
serta foto atau video. Facebook tidak mengandalkan feed profil yang cakep
selayaknya Instagram. Kebanyakan target konten Facebook adalah orang lama. Jika
target konten usia 30 tahun ke atas/orang tua, Facebook bisa dijadikan media
sosial personal branding.
Kelebihan
Facebook dibandingkan media sosial lain
adalah grup. Banyak grup di Facebook
dengan berbagai kepentingan seperti grup komunitas, grup bisnis (jualan), grup
alumni sekolah, dan sebagainya. Bagi yang ingin mengembangkan usaha bisnis,
Facebook wajib diandalkan sebagai media marketing.
2. Instagram
Instagram
termasuk media sosial yang mengandalkan kerapian feed profil. Foto yang menarik
dengan standar fotografi menjadi andalan Instagram. Kecanggihan smartphone saat
ini sangat membantu membuat foto menarik seperti foto kamera digital. Fitur
kamera sudah lengkap dan menghasilkan foto bagus. Banyak aplikasi editing foto
yang gampang digunakan oleh siapa pun. Tak hanya foto, membuat dan editing
video juga bisa dilakukan hanya dengan sebuah smartphone
Peminat Instagram adalah lintas generasi.
Keba-nyakan peminat Instagram lebih melihat kualitas konten foto, video, dan
caption. Perpaduan caption dan foto/video harus diperhatikan agar menghasilkan
konten yang berkualitas.
3. Twitter
Perbedaan
Twitter dengan Facebook dan Instagram adalah jumlah karakter. Jumlah karakter
tweet pada Twitter terbatas atau singkat. Di Twitter bisa mengetweet foto dan
video, tapi jarang dijadikan sebagai media kon ten. Fitur Twitter yang diminati
sekarang adalah thread. Pemilik akun bisa membuat thread tweet atau tweet
bersambung dengan satu topik bahasan.
Twitter
versi terbaru dilengkapi story seperti di Instagram dan Facebook. Istilah story
di Twitter disebut fleet. Kelebihan Twitter adalah apa yang kamu tweet bisa
viral jika banyak jumlah retweet dan like. Kamu bisa menggunakan hashtag atau
kata kunci sehingga menjadi trending topic. Semakin banyak tweet yang
menggunakan satu hashtag dan kata kunci, semakin berpeluang menjadi trending
topic.
4. Youtube
Youtube mengandalkan video/vlog. Kamu bisa memiliki akun atau
channel di Youtube. Kelebihan video di youtube adalah kamu bisa mengupload
video maksimal 12 jam. Namun, ada jumlah durasi ideal untuk memaksimalkan video
atau vlogmu. Usahakan durasi videomu hanya sekitar 5-20 menit. Hal ini agar
penonton vlogmu tidak bosan menonton sampai akhir video. Terutama bagi pemula,
buatlah video yang tidak terlalu panjang durasinya.
5. Whatsapp
Media sosial terbaru yang sering digunakan adalah WhatsApp. Awalnya, WhatsApp hanya sebagai tempat chat layaknya SMS-an. Sekarang WhatsApp sudah di lengkapi fitur status. Fitur status inilah yang dijadikan sebagai media bisnis atau promo produk. Lebih-lebih lagi sekarang WhatsApp berkoneksi dengan media sosial lain, yaitu Facebook, untuk kemudahan transaksi maupun komunikasi. Semakin banyak kontak nomor ponsel yang tersimpan di kontak WhatsApp-mu, semakin banyak yang melihat statusmu.
6. Tiktok
Media
sosial yang lagi ramai sekarang adalah TikTok. Awalnya, TikTok hanya digunakan
sebagai tempat bersenang-senang. TikTok mengandalkan video yang dipadukan
dengan musik dan gerakan. Namun, sekarang TikTok juga seperti media sosial
lainnya yang bisa dijadikan sebagai media personal branding. Kamu harus selalu
update yang lagi viral di dunia pertiktokan agar bisa mendapat like dan view
tinggi. Tentu saja, kamu juga harus kreatif dan berani berekspresi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar